author: RyeonKyu
gendre: komplik and romance
cast: Sung Hyun Ra (you)
eunhyuk a.k.a lee hyuk jae
sub cast: kyuhyun a.k.a cho kyuhyun
chorong a.k.a park chorong Apink
#my biggest love 1
~ Author VoP ~
-seoul art high school-
eunhyuk keluar dari ruang kepala sekolah dengan raut wajahnya yang nampak kusut, sesekali ia mengacak rambutnya prustasi. ai berjalan menyusuri kolidor sekolah dan tak menggubris pandangan siswa lain yang memandang sinis dengan desisan sinis yang bersahutan.
"lee hyuk jae" teriak seorang yeoja yang berlari ke arahnya. eunhyuk segera berbalik untuk melihatnya
"hyunra" terlihat seorang yeoja yang tengah terbungkuk sambil terus mengatur nafasnya yang terengah engah
"eunhyuk-a apa yang kepala sekolah katakan padamu?" tanya yeoja itu menatap eunhyuk berkaca kaca
"ani, dia tidak mengatakan apa apa" sahut eunhyuk seadanya
"jinja? kau tidak sedang membohongiku kan?" yakin yeoja itu penuh harapan
"ne, mana mungkin aku membohongimu" jawab eunhyuk mengacak halus poni hyunra
"syukurlah, kau tahu aku benar benar hawatir" seru hyunra bernafas lega
"sedang apa kau disini? inikan sedang jam pelajaran? sana kembali masuk kelas ! dasar anak nakal" seru eunhyuk sedikit menjitak kening hyunra. memang mereka satu angkatan tetapi beda kelas
"yayy hyuk, sakit tahu." protes hyunra mengusap halus keningnya "hyuk jae, kau tahu. selama pelajaran tadi aku tidak bisa konsen, pikiranku terus melayang memikirkanmu. semua membuatku gelisah" desah hyunra menundukan kepalanya
"sudahlah. aku sekarang ada di sini, ada di hadapanmu. dan aku tidak apa apa bukan? jadi kau tidak boleh seperti itu lagi ne?" seru eunhyuk penuh dusta sembari mengangkat dagu hyunra dengan tangannya.
"ne oppa. srang hamida" seru hyunda malu malu
eunhyuk menyimpulakan senyum gelinya melihat wajah hyunra yang memerah "sarenghe" sahut eunhyuk menarik tubuh hyunra masuk dalam pelukannya.
~ XXX ~
bel pulang telah berdering, dengan penuh semangat hyunra berjalan menuju ruang kelas eunhyuk 12-3.
"yaa.. hyunra bisakah kau berjalan pelan. tak usah berlari" teriak chorong yang membuntuti hyunra dari belakang
"yaa kaja ! nanti eunhyuk keburu pulang lagi" sahut hyunra berteriak
dan saat hyunra sampai di depan pintu kelas eunhyuk, dia langsung menerobos masuk dan mencari eunhyuk. tapi, dia sama sekali tak menemukan eunhyuk .
"yaa kemana namja itu?" desah hyunra kesal sembari menendang bangku milik eunhyuk
"mungkin dia sudah pulang. jadi ayo kita juga harus pulang" sahut chorong
"mana mungkin dia sudah pulang. biasanya dia menungguku disini, atau tidak dia menghampiri kelas kita" desah hyunra menundukan kepala.
melihat wajah sahabatnya yang kusut, chorong berinisiatif untuk bertanya pada murid yang sekelas dengan eunhyuk.
"tunggu sebentar ne" pinta chorong yang bernjak pergi ke luar kelas
"annyeonghaseo, apakah neo melihat eunhyuk" tanya chorong pada salah satu murid lelaki
"bukankah dia telah pulang lebih awal saat jam pelajaran terakhir tadi" jawabnya yang membuat halis chorong bersatautan tak puas dengan jawaban namja itu.
"iya, setelah dari ruang kepala sekolah. eunhyuk pamit pulang. nampaknya dia dikeluarkan" jelasnya yang membuat mata chorong terbuka lebar tak percaya.
"jinja?" tanya chorong meyakinkan
namja itu mengangguk meyakinkan.
~ XXX ~
gendre: komplik and romance
cast: Sung Hyun Ra (you)
eunhyuk a.k.a lee hyuk jae
sub cast: kyuhyun a.k.a cho kyuhyun
chorong a.k.a park chorong Apink
#my biggest love 1
~ Author VoP ~
-seoul art high school-
eunhyuk keluar dari ruang kepala sekolah dengan raut wajahnya yang nampak kusut, sesekali ia mengacak rambutnya prustasi. ai berjalan menyusuri kolidor sekolah dan tak menggubris pandangan siswa lain yang memandang sinis dengan desisan sinis yang bersahutan.
"lee hyuk jae" teriak seorang yeoja yang berlari ke arahnya. eunhyuk segera berbalik untuk melihatnya
"hyunra" terlihat seorang yeoja yang tengah terbungkuk sambil terus mengatur nafasnya yang terengah engah
"eunhyuk-a apa yang kepala sekolah katakan padamu?" tanya yeoja itu menatap eunhyuk berkaca kaca
"ani, dia tidak mengatakan apa apa" sahut eunhyuk seadanya
"jinja? kau tidak sedang membohongiku kan?" yakin yeoja itu penuh harapan
"ne, mana mungkin aku membohongimu" jawab eunhyuk mengacak halus poni hyunra
"syukurlah, kau tahu aku benar benar hawatir" seru hyunra bernafas lega
"sedang apa kau disini? inikan sedang jam pelajaran? sana kembali masuk kelas ! dasar anak nakal" seru eunhyuk sedikit menjitak kening hyunra. memang mereka satu angkatan tetapi beda kelas
"yayy hyuk, sakit tahu." protes hyunra mengusap halus keningnya "hyuk jae, kau tahu. selama pelajaran tadi aku tidak bisa konsen, pikiranku terus melayang memikirkanmu. semua membuatku gelisah" desah hyunra menundukan kepalanya
"sudahlah. aku sekarang ada di sini, ada di hadapanmu. dan aku tidak apa apa bukan? jadi kau tidak boleh seperti itu lagi ne?" seru eunhyuk penuh dusta sembari mengangkat dagu hyunra dengan tangannya.
"ne oppa. srang hamida" seru hyunda malu malu
eunhyuk menyimpulakan senyum gelinya melihat wajah hyunra yang memerah "sarenghe" sahut eunhyuk menarik tubuh hyunra masuk dalam pelukannya.
~ XXX ~
bel pulang telah berdering, dengan penuh semangat hyunra berjalan menuju ruang kelas eunhyuk 12-3.
"yaa.. hyunra bisakah kau berjalan pelan. tak usah berlari" teriak chorong yang membuntuti hyunra dari belakang
"yaa kaja ! nanti eunhyuk keburu pulang lagi" sahut hyunra berteriak
dan saat hyunra sampai di depan pintu kelas eunhyuk, dia langsung menerobos masuk dan mencari eunhyuk. tapi, dia sama sekali tak menemukan eunhyuk .
"yaa kemana namja itu?" desah hyunra kesal sembari menendang bangku milik eunhyuk
"mungkin dia sudah pulang. jadi ayo kita juga harus pulang" sahut chorong
"mana mungkin dia sudah pulang. biasanya dia menungguku disini, atau tidak dia menghampiri kelas kita" desah hyunra menundukan kepala.
melihat wajah sahabatnya yang kusut, chorong berinisiatif untuk bertanya pada murid yang sekelas dengan eunhyuk.
"tunggu sebentar ne" pinta chorong yang bernjak pergi ke luar kelas
"annyeonghaseo, apakah neo melihat eunhyuk" tanya chorong pada salah satu murid lelaki
"bukankah dia telah pulang lebih awal saat jam pelajaran terakhir tadi" jawabnya yang membuat halis chorong bersatautan tak puas dengan jawaban namja itu.
"iya, setelah dari ruang kepala sekolah. eunhyuk pamit pulang. nampaknya dia dikeluarkan" jelasnya yang membuat mata chorong terbuka lebar tak percaya.
"jinja?" tanya chorong meyakinkan
namja itu mengangguk meyakinkan.
~ XXX ~
#my biggest love 2
~ You VoP ~
"apa yang kau dapat chorong?" tanyaku penasaran
"ani, hanya saja..." kata kata corong terhenti seketika yang membuat halisku ter angkat bingung
"yaa ada apa?" tanyaku memukul pelan tangannya
"eunhyuk telah pulang barusan. nampaknya dia buru buru, mungkin ada urusan" jawabnya yang membuat kepalaku terangguk mengerti
"ohh baiklah. kalau begitu kita cari dia ! siapa tahu masih di sekitaran sekolah" seruku penuh semangat menarik tangan chorong
"hyunra" terdengar suara seorang namaja dari kejauhan memanggil namaku sambil melambaikan tangannya
"kyuhyun" gumamku menyipitkan mata memperjelas siapa namja yang tengah berlari kesini
"ahh hyunra, aku menemukanmu juga" seru kyuhyun sambil mengatur nafasnya
"ada apa?" tanyaku keheranan
"ini. buku yang kau cari!" kyuhyun menyodorkan buku dengan judul 'miracle of love' yang selama ini aku cari.
"yayy, kau mendapatkannya" teriakku yang menyambar buku itu dari tangan kyuhyun. aku berjingkrak jingkarak kegirangan, karna buku yang lama sudah tak beredar ini, akhirnya aku dapat menemukannya.
"kyuhyun-shii gomawo ne" teriakku yang masih kegirangan yang tanpa sadar memeluk kyuhyun
"ah ne cheonma" sahutnya
"uhh?" aku yang tersadar langsung melepaskan pelukan dan membuang mukaku yang mulai memerah dari tatapannya.
"sedang apa kau di taman sekolah sendirian?" tanya kyuhyun sambil duduk di bangku taman yang sebelumnya aku tempati.
"tadi aku dengan chorong. tapi dia pergi membeli makanan dulu" sahutku yang masih sibuk memeriksa buku novel .
"si monyet itu kemana hah?" tanya kyuhyun polos yang membuatku berbalik dan menatap geram kyuhyun
"yaa.. aku bercanda" elaknya buru buru saat aku memasang wajah geramku
"bisakah kau lebih sopan tehadap hyung mu itu hah? dia kaka kelasmu, dan tak sepantasnya kau bicara seperti itu." teriakku geram "kau boleh saja bersikap seperti ini padaku, tapi pada eunhyuk. kau harus belajar lebih menghormatinya!" amukku.
aku terduduk lemas di kursi taman, dan pikiranku melayang mengingat kejadian tadi pagi. saat eunhyuk menghajar habis habisan kyuhyun gara gara aku. aku menggigit bibir menahan air mata, dan tertunduk mengumpatkan mataku yang mulai berkaca kaca.
"apa kau masih betah berada bersamanya? setelah banyak masalah yang dia hadapi. bahkan image nya di sekolah benar benar buruk" seru kyuhyun sinis. yang membuat darahku naik
"aku, aku tak peduli jika eunhyuk memiliki image buruk di mata siswa lain. tapi di mataku, dia lah yang paling sempurna. dan dialah segalnya. walaupun dia memiliki banyak masalah di sekolah ini, tapi tak akan membuat hatiku goyah terhadapnya. camkan itu" geramku menatap kyuhyun tajam dan beranjak pergi dari tempat itu.
tapi apa yang terjadi, kyuhyun menahan tanganku. yang membuat tubuhku berbalik menghadapnya, dan tiba tiba kyuhyun melumut pelan bibirku. nafasku tiba tiba sesak, dan tubuhku benar benar terasa panas. aku benar benar shok dengan apa yang kyuhyun lakukan.
~XXX~
~ You VoP ~
"apa yang kau dapat chorong?" tanyaku penasaran
"ani, hanya saja..." kata kata corong terhenti seketika yang membuat halisku ter angkat bingung
"yaa ada apa?" tanyaku memukul pelan tangannya
"eunhyuk telah pulang barusan. nampaknya dia buru buru, mungkin ada urusan" jawabnya yang membuat kepalaku terangguk mengerti
"ohh baiklah. kalau begitu kita cari dia ! siapa tahu masih di sekitaran sekolah" seruku penuh semangat menarik tangan chorong
"hyunra" terdengar suara seorang namaja dari kejauhan memanggil namaku sambil melambaikan tangannya
"kyuhyun" gumamku menyipitkan mata memperjelas siapa namja yang tengah berlari kesini
"ahh hyunra, aku menemukanmu juga" seru kyuhyun sambil mengatur nafasnya
"ada apa?" tanyaku keheranan
"ini. buku yang kau cari!" kyuhyun menyodorkan buku dengan judul 'miracle of love' yang selama ini aku cari.
"yayy, kau mendapatkannya" teriakku yang menyambar buku itu dari tangan kyuhyun. aku berjingkrak jingkarak kegirangan, karna buku yang lama sudah tak beredar ini, akhirnya aku dapat menemukannya.
"kyuhyun-shii gomawo ne" teriakku yang masih kegirangan yang tanpa sadar memeluk kyuhyun
"ah ne cheonma" sahutnya
"uhh?" aku yang tersadar langsung melepaskan pelukan dan membuang mukaku yang mulai memerah dari tatapannya.
"sedang apa kau di taman sekolah sendirian?" tanya kyuhyun sambil duduk di bangku taman yang sebelumnya aku tempati.
"tadi aku dengan chorong. tapi dia pergi membeli makanan dulu" sahutku yang masih sibuk memeriksa buku novel .
"si monyet itu kemana hah?" tanya kyuhyun polos yang membuatku berbalik dan menatap geram kyuhyun
"yaa.. aku bercanda" elaknya buru buru saat aku memasang wajah geramku
"bisakah kau lebih sopan tehadap hyung mu itu hah? dia kaka kelasmu, dan tak sepantasnya kau bicara seperti itu." teriakku geram "kau boleh saja bersikap seperti ini padaku, tapi pada eunhyuk. kau harus belajar lebih menghormatinya!" amukku.
aku terduduk lemas di kursi taman, dan pikiranku melayang mengingat kejadian tadi pagi. saat eunhyuk menghajar habis habisan kyuhyun gara gara aku. aku menggigit bibir menahan air mata, dan tertunduk mengumpatkan mataku yang mulai berkaca kaca.
"apa kau masih betah berada bersamanya? setelah banyak masalah yang dia hadapi. bahkan image nya di sekolah benar benar buruk" seru kyuhyun sinis. yang membuat darahku naik
"aku, aku tak peduli jika eunhyuk memiliki image buruk di mata siswa lain. tapi di mataku, dia lah yang paling sempurna. dan dialah segalnya. walaupun dia memiliki banyak masalah di sekolah ini, tapi tak akan membuat hatiku goyah terhadapnya. camkan itu" geramku menatap kyuhyun tajam dan beranjak pergi dari tempat itu.
tapi apa yang terjadi, kyuhyun menahan tanganku. yang membuat tubuhku berbalik menghadapnya, dan tiba tiba kyuhyun melumut pelan bibirku. nafasku tiba tiba sesak, dan tubuhku benar benar terasa panas. aku benar benar shok dengan apa yang kyuhyun lakukan.
~XXX~
~ You VoP ~
aku segera melepaskan tubuhku dari kyuhyun, dan melayangkan tamparan yang cukup keras tepat di pipinya.
"apa yang kau lakukan? ini benar benar menjijikan" teriakku geram mengusap kasar bibirku "dasar kau, keparat" teriakku, yang berjalan meninggalkanny
"hyunra.. aku mencintaimu" teriakknya dari belakang yang membuat langkahku tehenti, dan aku membulatkan mata. aku yang segera tersadar, kembali melanjutkan langkahku.
aku terus berguling guling guling di ranjang mencari posisi yang nyaman untuk tidur, tapi tak satupun posisi nyaman yang aku dapatkan. jam telah menunjukan pukul 01:47 am. dan aku masih belum bisa tidur. dari pulang sekolah tadi, peraan ku terus gelisah. karna ponsel eunhyuk susah di hubungi
"aiish jina.. lee hyuk jae kau membuatku benar benar gila" gumamku yang terduduk di ranjang yang penuh dengan nuansa pink itu.
aku segera bangkit dari ranjang dan memakai mantel buluku. aku segera keluar dari kamar dan berjalan mengendap ngendap untuk keluar dari rumah.
"yayy akhirnya berhasil juga" teriakku
aku berjalan menyusuri jalan sambil meminum teh yang ku beli tadi. dan matakupun tak hentinya menyusuri ke adaan sekitar yang nampak sepi
"wow.. ini pertama kalinya aku pergi keluar selarut ini" gumamku
tiba tiba saja kejadian mengerikan tadi siang melintas di benakku. si namja evil itu benar benar membuatku muak.
"aiishh.. jinja. nae pabo ya!" geramku memukul mukul kepala prustasi.
tiba tiba langkah ku terhenti saat aku melewati warung kecil penjual sojo. aku berjalan mundur lagi untuk memastikan siapa yang kulihat disana.
"eunhyuk" teriakku saat mendapati eunhyuk tengah terkapar mabuk di bangku warung itu
"eunhyuk, waeyo?" tanyaku hawatir yang langsung merangkul badannya. dan terlihat 3 botol soju telah habis di minumnya.
"yaa ahjuma... ada apa dengan namja ini?" teriakku pada ahjuma penjual soju.
"mian.. tadi saya sudah melarangnya untuk minum. tapi dia malah marah marah dan mengamuk" jelas ahjuma itu nampak menyesal.
aku segera memopang tubuh eunhyuk dari warung soju itu.
"aiish kau ini, benar benar bodoh" gumamku yang menyeret tubuh eunhyuk
"haha.. hyunra.. kau cantik sekali ya" serunya yang masih di pengaruhi alkohol
"cih. . . dalam keadaan mabuk kau masih mau menggombal"
"tapi sayang.. kau begitu murahan" tambah eunhyuk yang masih tak sadarkan diri. mendengar kata kat itu membuat langkahku terhenti, dan menurunkan eunhyuk di sebuah bangku.
"apa maksudmu?" tanyaku heran
"kau pacarku... tapi kau berciuman dengan namja menyebalkan itu. haha kau benar benar murahan"
"yaa eunhyuk, apa maksudmu" teriakku geram
"kau tahu, aku melihat semua itu. dan kau benar benar menawan ketika berciuman. hahaha" mendengar perkataan eunhyuk membuat nafasku benar benar sesak. jadi dia melihatnya???
~XXX~
aku segera melepaskan tubuhku dari kyuhyun, dan melayangkan tamparan yang cukup keras tepat di pipinya.
"apa yang kau lakukan? ini benar benar menjijikan" teriakku geram mengusap kasar bibirku "dasar kau, keparat" teriakku, yang berjalan meninggalkanny
"hyunra.. aku mencintaimu" teriakknya dari belakang yang membuat langkahku tehenti, dan aku membulatkan mata. aku yang segera tersadar, kembali melanjutkan langkahku.
aku terus berguling guling guling di ranjang mencari posisi yang nyaman untuk tidur, tapi tak satupun posisi nyaman yang aku dapatkan. jam telah menunjukan pukul 01:47 am. dan aku masih belum bisa tidur. dari pulang sekolah tadi, peraan ku terus gelisah. karna ponsel eunhyuk susah di hubungi
"aiish jina.. lee hyuk jae kau membuatku benar benar gila" gumamku yang terduduk di ranjang yang penuh dengan nuansa pink itu.
aku segera bangkit dari ranjang dan memakai mantel buluku. aku segera keluar dari kamar dan berjalan mengendap ngendap untuk keluar dari rumah.
"yayy akhirnya berhasil juga" teriakku
aku berjalan menyusuri jalan sambil meminum teh yang ku beli tadi. dan matakupun tak hentinya menyusuri ke adaan sekitar yang nampak sepi
"wow.. ini pertama kalinya aku pergi keluar selarut ini" gumamku
tiba tiba saja kejadian mengerikan tadi siang melintas di benakku. si namja evil itu benar benar membuatku muak.
"aiishh.. jinja. nae pabo ya!" geramku memukul mukul kepala prustasi.
tiba tiba langkah ku terhenti saat aku melewati warung kecil penjual sojo. aku berjalan mundur lagi untuk memastikan siapa yang kulihat disana.
"eunhyuk" teriakku saat mendapati eunhyuk tengah terkapar mabuk di bangku warung itu
"eunhyuk, waeyo?" tanyaku hawatir yang langsung merangkul badannya. dan terlihat 3 botol soju telah habis di minumnya.
"yaa ahjuma... ada apa dengan namja ini?" teriakku pada ahjuma penjual soju.
"mian.. tadi saya sudah melarangnya untuk minum. tapi dia malah marah marah dan mengamuk" jelas ahjuma itu nampak menyesal.
aku segera memopang tubuh eunhyuk dari warung soju itu.
"aiish kau ini, benar benar bodoh" gumamku yang menyeret tubuh eunhyuk
"haha.. hyunra.. kau cantik sekali ya" serunya yang masih di pengaruhi alkohol
"cih. . . dalam keadaan mabuk kau masih mau menggombal"
"tapi sayang.. kau begitu murahan" tambah eunhyuk yang masih tak sadarkan diri. mendengar kata kat itu membuat langkahku terhenti, dan menurunkan eunhyuk di sebuah bangku.
"apa maksudmu?" tanyaku heran
"kau pacarku... tapi kau berciuman dengan namja menyebalkan itu. haha kau benar benar murahan"
"yaa eunhyuk, apa maksudmu" teriakku geram
"kau tahu, aku melihat semua itu. dan kau benar benar menawan ketika berciuman. hahaha" mendengar perkataan eunhyuk membuat nafasku benar benar sesak. jadi dia melihatnya???
~XXX~
~ You VoP ~
"eunhyuk" lirihku yang berusaha menahan air mata
"hyunra, kau tahu. aku benar benar mencintaimu, tapi mengapa kau menghianatiku hah?... hahaa aku tahu, pasti karna aku tidak pintarkan? aku tidak tampan?ohh apa mungkin karna aku tidak kaya seperti si kyuhyun?" gumam eunhyuk yang masih di terpengaruh alkohol
"ani.. itu tidak benar" desahku
"kau tahu.. aku mengorbankan segelanya untukmu. bekerja agar dapat membahagiakanmu... belajar sekuat tenagaku, agar kamu bangga terhadapku. haha dan setelah aku mendapatkan masalah di sekolah yang membuatku di keluarkan, kau malah berciuman dengan lelaki lain. itu benar benar menyakitkan" serunya yang meneteskan air mata
air mata yang sedari tadi aku tahan, akhirnya menyeruak ke permukaan. hatiku benar benar sakit, ternyata aku benar benar tidak pernah tahu seberapa menderitanya dia akan diriku. dan masalahnya di sekolah, semua karna aku. seandainya dia tidak berkelahi dengan kyuhyun, pasti dia tidak akan seperti ini.
"di keluarkan? apa maksudmu ?" teriakku mengguncang tubuh eunhyuk dengan nada terisak
"aku pikir gosip kedekatanmu dengan kyuhyun itu tidak benar. dan aku selalu percaya kata katamu, tapi ternyata keputsanku salah. semua gosip itu memang benar" tambah eunhyuk yang semakin membuat air mataku deras keluar
"kau.. mengapa kau tidak ada saat aku dalam keadaan terpuruk seperti ini. mengapa kau malah menghilang saat aku butuh kamu hah? jadi ketika aku dapat masalah kau akan pergi dengan lelaki lain hyunra" gumamnya dengan tatapan mata yang kosong
aku benar benar tak tahu harus berkata apa lagi, percuma jika aku jelaskan sekarang. dia pasti tidak dapat meresponnya.
"mianhae" lirihku memeluk eunhyuk
hingga, eunhyuk muntah tepat di pelukanku, karna terlalu banyak minum soju.
~ XXX~
~eunhyuk VoP~
sinar yang sangat cerah tepat menyorot ke wajahku. yang membuat aku sadar dari alam mimpiku. aku mengerejapkan mata sambil mengumpulkan nyawaku.
"dimana ini?" gumamku mengenali keadaan ruangan.
kepalaku masih terasa berat karna semalam minum terlalu banyak. aku melihat jam dinding yang menunjukan pukul 1 siang.
"aiish jinja" gumamku mengacak rambut. saat aku melihat ke samping, terdapat foto hyunra denganku saat ultahnya yang k 17. "hyunra" gumamku yang baru sadar berada di kamar hyunra.
aku segera memutar otak mengingat kejadian tadi malam.
"mwo..? hyunra" teriakku yang langsung bangkit dari tempat tidur
"hyunra" teriakku saat mendapati hyunra yang tengah berdiri di tengah lapangan sambil memegang sebuah kertas kanton dengan tulisan 'kepala sekolah, jangan keluarkan lee hyuk jae. dia tidak salah, tapi aku yang salah. aku mohon!!!!'
aku tertegun melihat apa yang sedang di lakukan hyunra. dan tak sedikit siswa yang menonton hyunra di tengah lapangan itu.
"kepala sekolah, jangan keluarkan lee hyuk jae. dia tidak salah, tapi aku yang salah. aku mohon!!!!" hyunra terus berteriak seperti itu layaknya seorang demonstran
aku berlari menghampiri chorong yang dari tadi cemaas melihat sahabatnya berlaku konyol.
"apa yang dia lakukan?" tanyaku pada chorong
"yaa eunhyuk bagai mana ini? dari tadi pagi dia terus melakukan hal seperti ini. padahal aku sudah membujuknya untuk berhenti." cemas chorong
"mwo? mana kepala sekolah kim?"
"dari tadi dia melihat hyunra dari ruangan kantornya di sebarang. ahh cepat hentikan dia hyuk, wajahnya semakin pucat. dan matahari sedang benar benar terik" seru chorong hawatir
"ne" anggukku
~XXX~
"eunhyuk" lirihku yang berusaha menahan air mata
"hyunra, kau tahu. aku benar benar mencintaimu, tapi mengapa kau menghianatiku hah?... hahaa aku tahu, pasti karna aku tidak pintarkan? aku tidak tampan?ohh apa mungkin karna aku tidak kaya seperti si kyuhyun?" gumam eunhyuk yang masih di terpengaruh alkohol
"ani.. itu tidak benar" desahku
"kau tahu.. aku mengorbankan segelanya untukmu. bekerja agar dapat membahagiakanmu... belajar sekuat tenagaku, agar kamu bangga terhadapku. haha dan setelah aku mendapatkan masalah di sekolah yang membuatku di keluarkan, kau malah berciuman dengan lelaki lain. itu benar benar menyakitkan" serunya yang meneteskan air mata
air mata yang sedari tadi aku tahan, akhirnya menyeruak ke permukaan. hatiku benar benar sakit, ternyata aku benar benar tidak pernah tahu seberapa menderitanya dia akan diriku. dan masalahnya di sekolah, semua karna aku. seandainya dia tidak berkelahi dengan kyuhyun, pasti dia tidak akan seperti ini.
"di keluarkan? apa maksudmu ?" teriakku mengguncang tubuh eunhyuk dengan nada terisak
"aku pikir gosip kedekatanmu dengan kyuhyun itu tidak benar. dan aku selalu percaya kata katamu, tapi ternyata keputsanku salah. semua gosip itu memang benar" tambah eunhyuk yang semakin membuat air mataku deras keluar
"kau.. mengapa kau tidak ada saat aku dalam keadaan terpuruk seperti ini. mengapa kau malah menghilang saat aku butuh kamu hah? jadi ketika aku dapat masalah kau akan pergi dengan lelaki lain hyunra" gumamnya dengan tatapan mata yang kosong
aku benar benar tak tahu harus berkata apa lagi, percuma jika aku jelaskan sekarang. dia pasti tidak dapat meresponnya.
"mianhae" lirihku memeluk eunhyuk
hingga, eunhyuk muntah tepat di pelukanku, karna terlalu banyak minum soju.
~ XXX~
~eunhyuk VoP~
sinar yang sangat cerah tepat menyorot ke wajahku. yang membuat aku sadar dari alam mimpiku. aku mengerejapkan mata sambil mengumpulkan nyawaku.
"dimana ini?" gumamku mengenali keadaan ruangan.
kepalaku masih terasa berat karna semalam minum terlalu banyak. aku melihat jam dinding yang menunjukan pukul 1 siang.
"aiish jinja" gumamku mengacak rambut. saat aku melihat ke samping, terdapat foto hyunra denganku saat ultahnya yang k 17. "hyunra" gumamku yang baru sadar berada di kamar hyunra.
aku segera memutar otak mengingat kejadian tadi malam.
"mwo..? hyunra" teriakku yang langsung bangkit dari tempat tidur
"hyunra" teriakku saat mendapati hyunra yang tengah berdiri di tengah lapangan sambil memegang sebuah kertas kanton dengan tulisan 'kepala sekolah, jangan keluarkan lee hyuk jae. dia tidak salah, tapi aku yang salah. aku mohon!!!!'
aku tertegun melihat apa yang sedang di lakukan hyunra. dan tak sedikit siswa yang menonton hyunra di tengah lapangan itu.
"kepala sekolah, jangan keluarkan lee hyuk jae. dia tidak salah, tapi aku yang salah. aku mohon!!!!" hyunra terus berteriak seperti itu layaknya seorang demonstran
aku berlari menghampiri chorong yang dari tadi cemaas melihat sahabatnya berlaku konyol.
"apa yang dia lakukan?" tanyaku pada chorong
"yaa eunhyuk bagai mana ini? dari tadi pagi dia terus melakukan hal seperti ini. padahal aku sudah membujuknya untuk berhenti." cemas chorong
"mwo? mana kepala sekolah kim?"
"dari tadi dia melihat hyunra dari ruangan kantornya di sebarang. ahh cepat hentikan dia hyuk, wajahnya semakin pucat. dan matahari sedang benar benar terik" seru chorong hawatir
"ne" anggukku
~XXX~
~eunhyuk VoP~
aku berlari menghampiri hyunra
"hyunra, apa yang kau lakukan? ayo masuk kelas" bentakku menarik tangannya. tapi hyunra bersih keras dengan posisinya itu
"shireo ! hanya ini yang dapat aku lakukan untukmu. yang bahkan mungkin tak mampu untuk menebus semua dosaku" serunya dengan suara parau
"aiish, neo pabo ya ! kau bisa mati konyol bila terus seperti ini"
"biarkan saja"
"yaa hyunra !!!" bentakku dengan nada tinggi, yang membuat hyunra menatapku
aku yang sadar bahwa tak seharusnya aku berteriak seperti itu
"mianhae" desahku
tiba tiba saja hyunra menangis kencang dan terjatuh dengan posisi terduduk di tanah.
"lee hyuk jae, jwaeisong hamnida" lirihnya dengan suara terisak "mianhae.. jongmal mianhae" tangisan hyunra semakin kencang
aku tertegun melihat yeoja ini, bibirku bergetar menahan air mata. yang pada akhirnya menyeruak ke permukaan.
aku merangkul tubuh hyunra
"sudah, itu bukan salahmu. aku minta maaf dengan apa yang tak seharusnya kau dengar tadi malam" desahku menghapus lembut air mata hyunra di pipinya. aku yang tak sanggup melihat hyunra seperti ini, menariknya kedalam pelukanku.
"lee hyuk ja" seru suara seorang namaja dari sampingku
"kepala sekolah" aku melepaskan pelukanku . aku dan hyunra membungkuk memberi hormat
"aku akan memberikan satu kali lagi kesempatan untukmu" seru namja paru baya berkaca mata itu sambil menepuk bahuku.
aku menganga tak percaya "kamsa hamida" hyunra mendahuluiku membungku berterimakasih pada tuan kim
"kamsa hamida... kamsa hamida" aku membungku penuh rasa terimakasih.
aku dan hyunra saling bertatapan penuh kebahagian.
"gomawo.. jongmal gomawo" seruku menyimpulkan senyuman pada hyunra
hyunra tersenyum manis dan mengangguk
entah ada energi apa yang hingga mendorong ku untuk melakukan hal gila ini. bibirku sekita menyergap bibir hyunra dan melumutnya penuh kebahagian.
"huahhhh" teriakan murid murid yang tak ku hiraukan sama sekali
kepala sekolah yang beranjak kembali ke ruangannya pun berhenti dan melihat aksi kami, yang ikut tertawa dengan siswa lain.
~THE END~
aku berlari menghampiri hyunra
"hyunra, apa yang kau lakukan? ayo masuk kelas" bentakku menarik tangannya. tapi hyunra bersih keras dengan posisinya itu
"shireo ! hanya ini yang dapat aku lakukan untukmu. yang bahkan mungkin tak mampu untuk menebus semua dosaku" serunya dengan suara parau
"aiish, neo pabo ya ! kau bisa mati konyol bila terus seperti ini"
"biarkan saja"
"yaa hyunra !!!" bentakku dengan nada tinggi, yang membuat hyunra menatapku
aku yang sadar bahwa tak seharusnya aku berteriak seperti itu
"mianhae" desahku
tiba tiba saja hyunra menangis kencang dan terjatuh dengan posisi terduduk di tanah.
"lee hyuk jae, jwaeisong hamnida" lirihnya dengan suara terisak "mianhae.. jongmal mianhae" tangisan hyunra semakin kencang
aku tertegun melihat yeoja ini, bibirku bergetar menahan air mata. yang pada akhirnya menyeruak ke permukaan.
aku merangkul tubuh hyunra
"sudah, itu bukan salahmu. aku minta maaf dengan apa yang tak seharusnya kau dengar tadi malam" desahku menghapus lembut air mata hyunra di pipinya. aku yang tak sanggup melihat hyunra seperti ini, menariknya kedalam pelukanku.
"lee hyuk ja" seru suara seorang namaja dari sampingku
"kepala sekolah" aku melepaskan pelukanku . aku dan hyunra membungkuk memberi hormat
"aku akan memberikan satu kali lagi kesempatan untukmu" seru namja paru baya berkaca mata itu sambil menepuk bahuku.
aku menganga tak percaya "kamsa hamida" hyunra mendahuluiku membungku berterimakasih pada tuan kim
"kamsa hamida... kamsa hamida" aku membungku penuh rasa terimakasih.
aku dan hyunra saling bertatapan penuh kebahagian.
"gomawo.. jongmal gomawo" seruku menyimpulkan senyuman pada hyunra
hyunra tersenyum manis dan mengangguk
entah ada energi apa yang hingga mendorong ku untuk melakukan hal gila ini. bibirku sekita menyergap bibir hyunra dan melumutnya penuh kebahagian.
"huahhhh" teriakan murid murid yang tak ku hiraukan sama sekali
kepala sekolah yang beranjak kembali ke ruangannya pun berhenti dan melihat aksi kami, yang ikut tertawa dengan siswa lain.
~THE END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar