Kamis, 26 September 2013

stuck in the moment with you


Author: RyeonKyu
Gendre: Romance , Comedy
Main cast: Jung Hee Hyon a.k.a YOU
Eunhyuk a.k.a Lee Hyuk Jae
Victoria a.k.a Victoria (fx)

STUCK IN THE MOMENT 1

~Author VoP ~
Seorang yeoja yang tengah kebingungan sambil membolak balik buku di atas meja makan.
“yaa sebenarnya ini buku punya siapa?” gumam yeoja cantik itu sambil terus mencoba berfikir di jilid itu tertera tulisan ‘My Journey’
“hee hyon –ah , kau di panggil oleh nona  victoria. Cepatlah kesana”
“euhh ne ahjuma-shii” sahutmu yang segera memasukan buku itu kedalam tas

~~

“nona victoria, aku sudah datang! Ada yang bisa saya bantu?” serumu sambil mengetuk pintu kamar victoria
“ahh masuklah hee hyeon”
Aku membuka pintu kamar itu dan melangkah masuk ke dalam.
“ada apa nona?”
“nona? Yaa heehyon! ku sudah bilang. Jangan panggil aku nona jika kita sedang berdua seperti ini. Ku bilang kita adalah sodara, panggil saja aku victoria nuna ne ^^ kitakan sudah bersama sejak dari kecil. Kita sudah benar benar seperti adik kaka bukan ?” jelasnya
“ah ne” angguk hyehyon
Memang dari umur 5 tahun, kamu sering di ajak ibumu rumah keluarga victoria . Dan secara tidak langsung kalian suka bermain bersama, walau ibumu hanya sebagai pembantu biasa tapi kepala pembantu keluarga victoria sangat percaya akan kerja ibumu itu. Dan sekarang, ketika ibumu sudah tak mampu bekerja terlalu lelah, akhirnya kau yang menggantikan pekerjaan ibumu. Bahkan sekolah SD-SMA mu semua di tanggung ibu victoria, karna kedekatanmu dengan victoria. Walau umurmu hanya terpaut 2 tahun dengan victoria, tapi kalian seperti sahabat yang benar benar dekat. Untuk membalas semua kebaikan keluarga victoria, kamu berjanji pada dirimu sendiri untuk mengabdi pada keluarga ini, dan sebisa mungkin tidak menyakiti perasaan victoria.

“yaa heehyeon cepat pakai baju itu!” perintah victoria menunjukan setelan baju yang berada di atas kasurnya
“mwo? Apa maksudmu? Ahh andwe, itukan banyamu nuna. Aku tidak boleh memakainya!”
“yaa pali... ini perintah apa kau ingin mengecewakanku?” yahh lagi lagi ancaman seperti itu yang keluar dari mulut victoria. Ancaman yang sangat ampuh untuk membuatmu mengangguk cepat
“aku akan mengajakmu jalan jalan untuk menemaniku. Dan mana mungkin kau menggunakan seragam pemabantu. “ tambahnya lagi
“ah ne, arraseo” anggukmu mengambil sepasang baju itu dan menuju kamar mandi
“ahh dia benar benar keras kepala. Bukan sudah ku bilang kalau bekarja di sini jangan menggunakan seragam jelek itu. Tapi dia masih saja menggunakannya. Di kasih kebebasan malah di sia siakan” gerutu victori memandangmu yang sudah masuk ke kamar mandi

~XXX~


“yaa nuna sebenarnya siapa yang sedang kau tunggu? Mengapa sudah 1 jam kita menunggu dia belum datang juga?” protesmu yang sudah kesal menunggu orang yang tak jelas
“ahh sabar sebentar. Mungkin dia sedang sibuk , jadi akan agak terlambat . ah aku sangat memahaminya. Saat kau mengetahui siapa dia pasti kau akan sangat terpesona” terawang victoria dengan matanya berkagum kagum
“aiish.. seperti apa dia? Sampai nuna rela menunggu selama ini”
“dia temanku, dan sekarang dia menjadi seorang artis terkenal di dunia. Namanya eunhyuk, member dari super junior”
“mmm? Eunhyuk? Benarkah dia seorang artis? Mengapa aku tidak pernah mengetahui artis bernama eunhyuk itu ya” gumamu mencoba berpikir
“yaa... makannya. Kau jangan terlalu sibuk bekerja, kau harus butuh refreshing agar otakmu tidak ketinggalan seperti ini” timbal victoria
“ahh aku tidak tertarik dengan para artis yang hanya menjual wajahnya saja”
“yaa apa maksudmu? Eunhyuk tidak seperti itu” teriak victoria tak terima
“ahh apapun itu, aku tak menyukai orang orang yang bergelut di dunia intertement nuna” sahutmu. Matamu menyipit penuh tanda tanya “nuna, apa kau menyukai namja itu hah?”
Victoria membulatkan matanya dan menelan ludah bulat bulat “euhh aku rasa begitu” sahutnya pelan dengan wajahnya yang memerah.
Kamu tersenyum geli melihat perubahan ekspresi wajah victoria
“yaa....” teriak victoria sambil melambaikan tangannya pada seseorang yang baru masuk kedalam restoran itu
Namja it berjalan mendekati tempat duduk yang tengah kalian tempati, dan dengan sigap victoria berdiri yang di ikuti oleh mu.
“victoria-shii. Kupikir kau akan datang terlambat seperti biasanya. Tapi kau datang lebih awal dari yang kita rencanakan” seru namja itu menyumbingkan senyumnya
“haha aku bukan victoria yang dulu lagi. Saat kau mau bertemu denganku, aku sangat mempersiapkannya begitu matang. Jadi aku datang lebih dulu kesini” sahut victoria. Seluruh orang yang kenal victoria tahu, bahwa dia adalah yeoja yang suka datang terlambat jika ada janji, bahkan jika janji itu dia sendiri yang buat diaorang yang paling terlambat datang.
“euh jweisong hamnida. Memangnya jam berapa kalian memiliki janji?” tanyaku berani pada namja yang victoria tunggu dari tadi
“pukul 8” sahutnya tersenyum
Kamu membulatkan mata shock mendengarkan jawaban namja itu. Dan segera menyipitkan mata menatap ke arah victoria ‘yaa yeoja ini benar benar, jika memang tidak ingin terlambat tidak usah juga datang ke sini dari pukul setengah tujuh tadi. Aiishh jinja.. sebenarnya siapa yang lebih tua di antara kami?’ batinmu geram.
Victoria menyengirkan mulutnya padamu, dan mengrejipkan sebelah matanya. Kamu mengangguk dan berjalan menuju bangku pojok.

Kamu menyipitkan mata sambil memandang namja yang tengah berbincang dengan victoria. Kamu amati baik baik setiap lekuk wajah dan badan namja itu.
“cih, apanya yang menarik dari namja itu? Tubuhnya saja tidak berisi. Wajahnya juga tak maskulin. Benar benar artis yang kurang beruntung” gumamu
“euhh.. tapi, kenapa aku serasa pernah melihatnya sebelumnya ya?” gumamu mencoba berpikir keras. “ahh mungkin hanya perasaanku saja” sahutmu sendiri

~XXX~

“hoahh hari ini sangat melelahkan” gumamu menjatuhkan tubuh ke ats kasur dengan kamar yang masih gelap
Kamu memejamkan mata dan menarik nafas, menenangkan pikiran untuk melepas penat sejenak. Tiba tiba kamu teringat akan buku ‘my journey’ kamu segera mengubek isi tasmu dan mencari buku itu.
“aha.. ini dia” teriakmu setelah mendapatkan buku itu. Kamu mengamati sampu buku itu baik baik. Mulai rasa dilema menyergapi perasaanmu. ‘apa aku baca ya buku ini? Ah andwe.. ini buku milik orang lain, mana boleh aku membacanya... eh tapi, kalau aku tak membacanya bagai mana aku mendapat informasi tengtang siapa pemilik buku ini’ batinmu terus bertanya

~ XXX ~

Kamu segera mengayuh sepeda secepat mungkin yang bisa kau lakukan. ‘aku harus mengembalikannya. Kasihan orang ini, mencari buku ini sampai sampai melakukan saimbara.’ Batinmu. Setelah kau tahu siapa pemilik buku ini dan dimana tempat tinggal pemilik buku ini, kamu segera berencana mengembalikan buku ini.

“ya nona, cepatlah panggilkan dia! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya!”  teriakmu merengek pada salah seorang pegawai di apartemen itu
“maaf nona, dia sedang sangat sibuk. Dan tak boleh di ganggu” sahutnya
“ahh baiklah, aku akan menunggu nya saja di sini” pekikmu
Kamu berjalan menuju tempat duduk yang berada di aula apartemen itu.
05.00 p.m orang yang kau tunggu itu belum juga datang untuk menemuimu. Beberapa sms dan tepon masuk di ponselmu, yang sama sekali tidak berniat untuk kau tanggapi. 08.00 p.m orang itu belum juga menemuimu, beberapa pegawai dan penjaga menyarankanmu untuk pulang saja dan menemuinya esok hari. Tapi kamu masih terkekeh dengan sikapmu itu. 00.00 p.m keadaan apartemen muai sepi, matamupun sudah terasa berat, hingga akhirnya kau tertidur di sofa tempat kau menunggu.

~XXX~

Cahaya begitu terang menyorot tepat kearah matamu, yang membuatmu tersadar dari tidurmu. Perlahan kamu buka matamu, kepala terasa berat dan perutmu terasa sakit.
“aigoo.. nuguya neo?” teriakmu yang langsung bangkit dari tempat tidur saat banyak namja yang tengah mengerubunimu. Pikiran aneh menyergapi otakmu “AAAAAAA... apa yang telah kau laukan padaku?” teriakmu histeris
“yaa apa yang kau lakukan? Teriakanmu begitu keras membuat telinga kami sakit” protes salah seorang namja yag terlihat ebih pendek dari pada namja lainnya. Dan salah satu namja dengan wajah baby face nya tengah menutupi mulutmu
Tiba tiba rasa mual menyergapi perut mu, sekuat tenaga kamu melepaskan tangan sungmin dari mulutmu. Kamu menutup mulutmu oleh kedua tanganmu.
“diman toilet?”
“mwo?” sahut yesung kebingungan dan mereka malah menatap satu sama lain
“yaa pali aku sudah tidak kuat” teriakmu
“uhh disana” tunjuk sungmin
Kamu segera berlari masuk ketoiet.
‘hooekk’ kamu terus muntah
“yaa neo gwaenchana?” teriak seorang namja yang terus menggedor pintu kamar mandi
Kamu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang nampak pucat.
“neo gwaenchan?” tanya eunhyuk hawatir
Kamu hanya mengangguk lemas
“mmm.. apa mungkin kau sedang hamil?” pertanyaan aneh itu keluar dari mulut kyuhyun
“yaa apa maksudmu?” teriakmu tak terima dan menendang kaki kyuhyun “jika memang aku hamil aku akan menuduhmu sebagai pelakunya” ancammu memasang tatapan membunuh
“yaa apa apaan kau ini” sahut kyuhyun tak terima
Semua member menatap kyuhyun curiga
“mwoeyo? Mengapa kalian menatapku seperti itu? Bukan aku” elak kyuhyun yang takut dengan tatapan hyung hyungnya
“hahhaa.. kalian pabo ya... haha” kamu tertawa melihat tingkah mereka yang menganggap semua ini serius
“apa maksudmu hah? Mengapa kau tertawa?” tanya eunhyuk sinis
“ah ani, dia tidak membuatku hamil. Aku seperti ini sudah biasa, aku memiliki penyakit maag. Dan seharian kemarin aku hanya memakan roti, jadi sudah tak kaget bila hal ini terjadi” jelasmu yang di iringi anggukan namja namja ini. Tetapi tidak dengan eunhyuk
“kau melakukan itu, hanya untuk menungguku?” tanya eunhyuk
“uhh.. ahaha ani, mana mungkin aku melakukan hal bodoh seperti itu hanya untuk menunggumu. Hanya saja kemarin nafsu makanku tidak sedang baik” dustamu menyembunyikan kebohongan di balik upuk matamu
Eunhyuk mengangguk tak percaya “sebenarnya apa yang kau ingin sampaikan padaku?”
“oh ne, aku lupa” teriakmu yang segera mengubek isi tasmu “ini dia, bukankah kau mencari buku ini?” serumu menyodorkan buku ‘my journey’ milik eunhyuk
“mwo?” semua member berteriak tak percaya
“kau menemukannya ? wahh hebat sekali, kau memenangkan saimbara itu” seru shindong
“kau tahu, eunhyuk tidak pernah bisa tidur nyenyak saat buku itu hilang. Karna sebagian hidupnya ada di dalam buku diary itu” jelas donghae yang di iringi anggukan darimu
Eunhyuk mengambil buku itu dari tanganmu, dengan tatapan tak percaya.
“dari mana kau mendapatkannya?” tanya eunhyuk

#flash back

Kamu tengah mengayuh sepeda secepat mungkin menyusuri jalanan taman, kamu tahu kamu telat masuk kuliah makannya kamu sangat tergesa gesa. Tapi seorang namja berlari sangat cepat dari arah yang berlawanan. Hingga dia menyenggol sepedamu membuatmu terjatuh.
“yaa kau ini, berjalanlah yang benar!” teriak mu sambil mengangkat sepedamu yang terguling
Namja dengan pakaian aneh nya itu hanya membungkuk minta maaf, dan melanjutkan larinya.
“ahh dasar, namaj gila” tiriakmu
Dan tak lama dari itu, segerombolan yeoja berlari dari arah yang berlawanan.
“omo.. ada apa ini?” serumu yang terkaget
Dan saat itu lah, kamu menemukan buku itu tergeletak di bawah kakimu.
“buku apa ini?” gumamu mengambil buku itu, dan membolak balik buku itu untuk mengamati
“nampaknya ini bukan buku hasil produksi” pikirmu “yaa aku bisa mati, ini sudah puku 08.10 am” teriakmu sadar yang langsung mengoes sepedamu.


Semua member mengangguk mengerti.
“yah kalau begitu kau bisa berkencan 10 hari dengan eunhyuk.” Seru ryewook
Semua menatapmu meminta kepastian
“ah , sebenarnya aku mengambalikan buku itu bukan karna saimbara itu. Tapi aku tahu, pemilik buku itu sangat gelisah mencari buku milih pribadinya itu. Makannya segera aku kembalikan.” Serumu tersenyum lebar. Kamu menata eunhyuk dari ujung kaki sampai ujung kepala “lagian, aku tak tertarik berkencan dengan orang sepertimu ! bye” tambahmu yang berlari keluar dari dorm yang di penuhi oleh namja itu
“yaa apa kau tidak ingin mencicipi makananku?” teriak ryewook
“nanti saja. Lagian makanan ku lebih enak dari pada makananmu” sahutmu sambil terus berjalan menyusuri kolidor dan melambakai tangan.

“yeoja yang aneh” gumam siwon yang sedari tadi hanya diam. Semua member membubarkan diri dan kembali dengan aktifitasnya masing masing.
Eunhyuk masuk kedalam kamar, dan duduk di pinggir ranjangnya. Membuka lembar demi lembar buku itu, untuk mengeceknya. Hingga di halaman terakhir ada sepercik surat.
-          Mian, untuk mengetahui siapa pemilik buku ini. Aku terpasak harus membuka dalamnya, aku harap kau tidak marah. Oh ya.. aku hanya memberi saran padamu, lain kali sebelum kau naik panggung sebaiknya minumlah obat doping. Agar kau tidak terus keluar masuk toilet, dan jangan membuat malu dirimu dengan mengompol di celana. Haha itu memalukan.

Jung hee hyeon –

Eunhyuk tersenyum lebar membaca surat darimu itu.
“heehyon, bahkan aku belum sempat mengucapkan terimakasih padamu.” Gumam eunhyuk
“hyuk-shii” panggil donghae yang masuk ke dalam kamar “ayo kita sarapan!”
“hmm ne” angguk hyuk
“oh ya, nampaknya kau sudah mengenal sebelumnya yeoja itu?” tanya donghae
“ne, dia teman victoria.”
“sebagai peria sejati kau harus menepati janjimu atas sambara itu. Lagian dia cukup cantik an pantas untuk kau kencani” saran hae memegang bahu eunhyuk

~~

“Ahh ini melelahkan sekali” gumamu yang terduduk lemas di kursi meja makan
Pagi ini kamu tidak ada kuliah, jadi kamu bisa bekerja dulu di rumah victoria.
“yaa heehyon-ah” teriak victoria yang berlari kecil menghampirimu “darimana saja kau kemarin. Ibumu dan aku sangat hawatir. Mengapa telpon dan sms kami tak kau balas?” protes victoria
“ahhehe joweisong mianhae. Uhh.. kemarin aku harus mengerjakan makalah di rumah sojin. Sakin sibuknya aku lupa memberi kabar pada kalian” dustamu
“jinja? Tapi mengpa wajahmu begitu pucat?”
“uh? Ahh ini tadi aku salah memakai bedak di rumah sojin. Al hasil wajahku menjadi seperti ini” dustamu lagi
Victoria menggaruk kepala yang tak nampak gatal itu “baiklah”
“oh ya ada yang ingin kutanyakan padamu” seru victoria
“mwoeyo?”
“kau..tidak akan melukai hatikukan?” tanya victoria ragu
Halismu saling bertahutan “haha apa maksudmu nuna? Mana mungkin aku bisa melukai hatimu” sahutmu
“ah baguslah. Aku percaya padamu” seru victoria yang menyumbingkan senyumnya “jika kau ada waktu datanglah ke kantor ne” pungkah victoria yang berjalan keluar dari dapur

~~

Kamu menutup matamu untuk bersiap tidur, setelah lelah dengan semua aktifiasmu hari ini. Baru beberapa detik kau menutup mata, handphone mu berdering.
“yaa siapa malam malam seperti ini menelpon. Menggangu saja” amukmu yang beranjak mengambil ponselmu. Saat kau lihat layar handphone mu, nomor itu tidak ada namanya.
“siapa? Hah menggangu saja” gerutumu mengangkat telpon itu malas
“yeobseo.. nuguya neo? .. mwo? .. dari mana kau tahu nomer ponselku?.. jinja?ah arreso... uhh? Biyar kupikirkan dulu.. yaa besok ku hubungi lagi. Kau benar benar menggangu tidurku. Bye” serumu tidak penuh basa basi, dan segera melanjutkan tidurmu.

~~
#jalan myeongdong
“aiih mana orang itu? Mengapa dia belum terlihat juga” pikimu kesal
“stt.. stt.. heehyeon” samar samar tedengar suara seseorang memanggilmu. Kamu segera menulusuri sekeliling dan mencari sumber suara itu
“di sini.”
Terlihat seorang namja tengah mengumpat di pinggir gang, dengan pakaian aneh nya. Kacamata hitam, masker, topi di tambah ciput jaket yang menutupi kepalanya.
“aiish orang ini benar benar” gerammu menggeleng

Kalian duduk di sebuah caffe sederhana di daerah myeongdong.
“jadi apa yang ingin kau bicarakan?” tanyamu langsung pada inti
“ahh bisakah tidak terlalu terburu buru seperti itu?”
“ani, soalnya hari ini aku harus kembali bekerja”
“yaa bisakah luangkan waktumu sedikit saja untuk refreshing?”
“kau pikir waktuku itu bisa di biarkan begitu saja hah? Bagiku semasih ada waktu yang ada, aku harus bekerja untuk tetap hidup dan membiyayai kuliahku”
“kenapa harus kamu? Bisakan ayah dan ibumu, atau juga kakamu. Lalu apa kerja mereka jika hanya kamu saja yang bekerja.” Protes eunhyuk berteriak
“berhentilah berlaku so tahu seperti itu. Kau tak layak mengomentari kehidupan seseorang yang belum kau kenali” sahutmu dingin
“yaa aku mengenalmu”
“jinja? Kau mengenalku? Apa kau juga tahu aku tidak memiliki ayah dan kaka?” tanyamu ketus dengan tatapan tajam
Eunhyuk terdiam dan menundukan kepalanya “mianhae” kata kata itu yang dapat terucap dari mulutnya
“sudahlah, cepat kau katakan saja” desakmu
“mian, kemarin aku tak sempat mengucapkan terimakasih padamu. Jadi akan ku ucapkan sekarang ! aku benar benar berterimakasih padamu”
“ahh itu, aku sudah biasa menoong orang dan tak mendapatkan kata kata semacam itu. Jadi bagiku, alau mereka tak berkata, pasti mereka sangat berterimakasih padaku” jawabmu santai sambil meminum capocino
‘ahh yeoja ini benar benar aneh. Terkadang dia sangat keras kepala dan terkadang dia begitu lembut’ pikir runhyuk
“yaa mengapa kau terdiam” teriakmu membuat eunhyuk tersadar
“ah ani.. heehyon-ah . sebagai peria yang baik aku harus menepati janjiku”
“janji? Janji yang mana? Kau tak memiliki janji padaku”
“soal saimbara itu, aku harus menepatinya”
“hahaha.. saimbara konyol itu? Akukan sudah bilang aku tidak tertarik sama sekali. Lagian mana mungkin aku menyia nyiakan waktu hanya untuk berkencan dengan orang sepertimu. Lebih baik aku bekerja”
“aiish jinja.. “ eunhyuk memikirkan sesuatu “bagaimana, kalau kau berkencan denganku dan aku akan mengangti semua uang atas gajimu sehari. Eothoke?”
“mwo?” kamu berpikir sejenak “Ahh aku tidak tertarik. Lagian aku tidak mungkin mendapatkan uang tanpa bekerja.”
“yaa jelas jelas kau bekerja. Menemaniku berjalan jalan itukan suatu pekerjaan, kalu begitu aku akan meberimu 2 kali lipat?”
“mwo? Aku setuju” teriakmu langsung tanpa pikir panjang

~~

Seharian ini eunhyuk dan kamu menghabiskan waktu bersama. Kamu mengambil cuti pada victoria beberapa hari dengan alasan harus mengikuti ujian.
“ternyata dia yeoja yang asik, tidak seperti yang aku pikirkan sebelumnya. Euh.. tapi dia berlaku seperti itu apa karna dia ingin mendapatkan bonus uang tambahan dariku? Atau karna memang prilaku dia memang baik seperti itu?” gumam eunhyuk yang tengah membersihkan wajah
“ah sudahlah, yeoja matre itu membuat hariku ini cukup berwarna”
                                                 
Sudah 3 hari kalian menghabiskan waktu bersama, kau mendapat uang tanpa harus bekerja begitu keras. Bermain di lotte world, berbelanja di dusan tower, dan menghabiskan waktu seharian di sungai han. Tapi hari ini, kamu seakan kehilangan sesuatu. Harimu berjalan seperti dulu lagi, kuliah dan bekerja di rumah keluarga victoria.
Kamu mencuci piring tanpa semangat , ‘mengapa pikiranku terus memikirkan namja itu? Ah aku benar benar sudah gila’ batinmu
“heehyeon-ah kau di panggil nona victoria” seru seorang ahjuma
“uh ne” sahutmu

~~
Sebelum kau mengetuk pintu kamar victoria nuna, kau mendengar perbincangan victoria dengan seseorang yang tengah menyambung dengan telponnya itu.
“yaa oppa cepat kemabali ne, aku ingin bertemu lagi dengamu.... setelah kau di korea nanti cepat kabari aku ne ? kita berkencan bagai mana?.. yaa mengapa jawabanmu seperti itu... ah ne arraseo, bogoshipo lee hyuk jae”
‘deg’ jantungmu terasa berhenti bekerja mendengar perbincangan itu, ‘mengapa tiba tiba air mataku keluar? Mengapa hatiku terasa sesak? Dia benar benar tak adil, mengapa dia tidak menjawab telpon dariku? Tapi dia dapat menelpon victoria’ batinmu
Kamu segera berlari menuju ruang dapur , dan mengambil tasmu. Bergegas lari keluar rumah.

~XXX~

“yaa kenapa kau memesan hanya satu kamar ? aku tidak mau tahu kau harus pesankan lagi 1 kamar lain” teriakmu tak terima harus satu kamar dengan eunhyuk
“yaa tapi mereka bilang sudah tidak ada kamar ksong lagi.”
“ahh kau bohong , aku tidak mau tahu kau tidak boleh sekasur denganku! Arraseo?”
“ahh itu tidak adil. Aku disini tuannya jadi kau yang seharusnya mengalah untuk ku! Apa kau mau aku tidak kasih gajimu” teriaknya yang membuatku takluk tak dapat berkutik lagi
“aiish jinja, baiklah aku tidur di sofa”

Kencan hari ke 4 mu berlibur ke pulau jeju.

“ah apa apaan ini mengapa seorang yeoja yang harus mengalah pada namja? Ahh ini benar benar gila” umpatmu yang masih tak terima harus tidur di sofa
“yaa berhentilah mengeluh, aku tidak bisa tidur jika harus mendengar suara jelekmu itu berdesisan” protes eunhyuk
“aiish jinja.. ah ne” sahutmu

~XXX~

Pikiranmu mulai tersadar, dan perlahan kamu buka matamu.
“huahh.. nyenyak sekali” gumamu mengucek mata. Dan saat kau balikkan badanmu kesamping, kau mendpati wajah eunhyuk.
“yaa..”teriakmu seketika. Pikiranmu mulai di hinggapi pikiran negatif, kamu segera melihat kedalam selimut dan melihat tubuhmu yang masih di lengkapi pakaian.
“huahh.. untung saja” serumu menghembuskan nafas lega
Kamu beranjak dari kasur dan menuju dapur.

Harum sebuah aroma menusuk tajam kedalam hidung eunhyuk, yang membuatnya terbangun. Dia berjalan menuju dapur, dan mendapatimu tengah mepersiapkan sarapan.
“yaa makanan apa itu?” tanya eunhyuk duduk di depan meja makan
“pan cake” sahutmu sambil duduk di kursi
Eunhyuk mengambil sendok dan melahap habis pancake itu
“eunhyuk-shii .. ada yang ingin ku katakan padamu” serumu ragu
“katkan saja” jawabnya santai
“tentang yeoja yang ada di bukumu itu, sebaiknya kau harus katakan yang sebenarnya pada yeoja itu. Hentikan semua sikapmu yang hanya memberi harapan kosong padanya. Kau tahu yeoja itu pasti sangat berharap bahwa kau benar benar mencintainya, tapi dia harus mendapatkan kenyataan pahit bahwa kau tidak mencintainya. Aku tahu, pasti yeoja itu hatinya sangat sangat hancur. Jadi sebelum benar benar terlambat kau harus mengatakannya, dari pada kau menyakitinya jauh lebih dalam lagi. Lebih baik hentikan sampai sini.”
Eunhyuk menatapmu tak percay “kau membaca bagian itu?”
Kamu mengangguk pelan “mian hae”

~XXX~

Kamu dan eunhyuk duduk di pasir putih halus di bibir pantai, menimati angin pantai dan deburan ombak. Matahari yang sedang terbenam menambah keindahan petang ini
“heehyon-ah apa kau senang hari ini?”
“yay tentu saja. Ini kali pertama aku kepulau jeju” sahutmu penuh rasa kebahagian yang terpancar dari mata indahmu
“aku juga, ini pertama kalinya”
Halismu saling bersahutan tak mengerti, menatap eunhyuk penuh tanda tanya
“ini pertaman kalinya aku kesini dengan orang yang aku cintai”
Matamu membulat lebar “apa maksudmu?”
“aku mencintaimu jung heehyon” seru eunhyuk menatapmu
Nafasmu sesak dan jantungmu berdebar hebat.
“eunhyuk-shii” lirih seseorang dari belakang kami
Dengan resflek kami berbalik, dan mendapati victoria nuna tengah berdiri menatap kami dengan matanya yang berlinangan.
Kamu segera berdiri “victoria nuna” serumu setengah mati terkejut

~XXX~

“nona victoria maafkan aku” teriakmu yang masih terduduk di depan rumah keluarga victoria. Sudah seharian kamu melakukan hal ini, beberapa pegawai menyuruhmu untuk menghentikan semua ini. Tapi kamu masih berkekeh untuk tetap melakukan ini sampai victoria nuna memaafkanmu.

Setelah kau di pecat dari pekerjaanmu, kamu hanya membantu ibumu berjualan makanan di pinggir jalan. Kamu yang tahu bahwa kamu telah benar benar melukai hati victoria yang kau anggap kakamu sendiri, terus di hinggapi rasa bersalah yang mendalam. Karna kejadian itu, kamu memutuskan hubunganmu dengan eunhyuk, bahkan kamu melarangnya untuk menemuimu.

“aku tahu, aku salah. Aku memang bodoh, tapi aku mohon maafkan aku. Aku tak tahu harus bagai mana lagi, aku benar benar merasa bersalah, maafkan lah aku” lirihmu yang tak henti mengeluarkan air mata
“aku tahu, ini salah dari awal. Tak seharusnya aku terima tawaran bodoh itu” lirihmu kesal pada diri sendiri
Salju musing dingin telah berjatuhan satu persatu, menutup tanah coklat menjadi putih.

“heehon, nona victoria menyuruhmu menghentikan semua ini. Dan kembalilah pulang” seru seorang ahjushi
“shireo, aku akan tetap di sini sampai nona victoria keluar untuk me maafkanku” desahmu terisak

“hey heehyon, cepat pergi saja pulang. Percuma kau disini, aku tidak bisa memaafkanmu” lirih victoria yang akhirnya keluar menemuimu
“nona victoria, mianhae, joweisong hamnida” lirihmu bersujud di kaki victoria
“hah? Maaf? Kau pikir aku dengan mudah dapat memaafkanmu? Setelah kau berjanji padaku dan lalu mengingkarinya?”
Mendengar perkataan victoria tadi, kamu teringat akan janjimu padanya. Yang berjanji takan pernah menyakiti hatiny. Dadamu terasa sesak, air matamu berlinang begitu deras, sakit hatimu menjadi benar benar dalam dan perih.
“jweisong hamnid”lirihmu yang masih bersujud di bawah kakinya
“apa yang kau lakukan hah? Ini memuakan sekali” geramnya
“aku mohon maafkan aku”
“yaa pergilah” vicctoria mendorong tubuhmu ke belakang
“victoria, apa yang kau lakukan?” teriak seorang namaja
Eunhyuk menompang tubuhmu dan membantumu bangkit, “neo gwaenchan?” hawatir eunhyuk yang disusul oleh anggukanmu
“cih menjijikan” desis victoria
“heh.. dulu kupikir kau adalah wanita yang begitu sempurna” seru eunhyuk yang membuat perhatian victoria terpancing
“dulu aku pikir aku mencintaimu, hingga aku selalu mencoba mendapatkanmu. Kepribadianmu yang begitu sempurna di mataku membuat dirimu memiliki tempat special di dalam hatiku. Jiwa kepemimpinan dan wibawamu, pikiranmu yang cerdas dan sikapmu yang ramah, di tambah wajahmu yang cantik. Kau namapak sempurna di mata siapaun yang melihatmu”
“cih.. berhentilah membuai. Itu menjijikan”
“tapi.. suatu hari aku menyadari. Bahwa rasaku ini bukan rasa cinta, melainkan rasa kagumku terhadapmu. Aku tidak pernah merasakan jantungku berdebar saat berada dengamu, bahkan aku tidak pernah merasa sesuatu special yang terjadi saat aku denganmu. Tapi aku takut untuk mengatakan hal sebenarnya padamu, karna aku takut melukaimu. Jadi, aku terus melanjutkan ini semua” Jelas eunhyuk. Yang kemudian menatapmu hangat
“tapi seseorang menyadarkanku, bahwa memberi harapan kosong pada seorang yeoja itu sangatlah tidak baik. Hingga dia berkata, lebih baik hentikan sekarang juga sebelum lukanya semakin dalam” tambah eunhyuk yang membuat airmata victoria menyeruak ke permukaan

“aku tidak pernah bisa mencintai orang yang tidak aku cintai. Dan kenapa kau begitu egois? Kau tidak sadar bahwa heehyon juga menderita? Dia merasa bersalah teramat dalam, di satu sisi dia mencintaiku dan di sisi lain dia tahu bahwa victoria yang sudah dia anggap kakanya sendiri itu mencintai namja yang sama ia cintai. Kau bilang heehyon adalah adikmu? Tapi kenapa kau tidak bisa memahaminya? Kenapa kau tidak bisa mengalah padanya? Dia telah mengorbankan segalanya untukmu, waktunya, pikirannya, tenaganya dia berikan untukmu. Dan bahakan ketika dia dapat merasakan cinta untuk pertama kainya, dia juga harus memberikannya padamu? Kau benar benar serakah victoria.” Cercar eunhyuk
Air mata victoria semakin menjadi jadi
“sudah hentikan eunhyuk, apa yang kau katakan? Cepat minta maaf padanya” belamu
“ani, itu bukan salah eunhyuk... dia benar, heehyon seharusnya aku yang meminta maaf padamu” lirih victoria yang terduduk jatuh di lantai
“ahh nona, tidak, kau tidak salah”serumu  memeluk victoria

~XXX~

Seorang yeoja bergaun putih berjalan di altar sambil membawa sebuket bunga. Di sambut seorang namja yang menunggunya di depan sanah. Pernikahan victoria dan rekan kerjanya nickhun.
Kamu dan eunhyuk menatap bahagia ke atas alatar, kalian saling menatap satu sama lain.
“kapan kita akan seperti itu? Aku benar benar mengingkannya” gumammu mengembungkan sebelah pipimu
Eunhyuk menatapmu gemas “jika kau mau ayo kita lakukan sekarang” seru eunhyuk mencubit gemas pipimu
“yaa apa apan kau ini” protesmu mengusap halu pipimu yang sedikit sakit

Pelemparan buket bunga akan segera di mulai. Kamu yang sangat menginginkan buket bunga itu sudah siap dengan posisimu. Dan 1... 2.... 3.... buket bunga itu di lempar ke belakang oleh victoria dan nikhun.
“yay ya yay...” kamu berusaha mengambilnya sampai sampai kau berjalan mundur kebelakang, hingga kakimu tersandung dan jatuh ke pelukan eunhyuk.
Kamu menatap eunhyuk dengan ekspresimu yang masih kaget karna akan jatuh. Eunhyuk mengoyangkan tangan kanannya yang berhasil mengambil buket bunga itu. Senyum lebarpun merebah dari bibir manismu.
“aku berhasil mendapatkannya, mari kita lakukan” seru eunhyuk . yang kemudian mencium halus bibir mu.

-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar